Penyakit Maag : Penyebab, Ciri-Ciri, Gejala, dan Dampak yang di Timbulkan

Penyakit Maag : Penyebab, Ciri-Ciri, Gejala, dan Dampak yang di Timbulkan

HarianTrendingTopik.Com - Penyebab, Dan Ciri-Ciri Maag. Kata maag sebenarnya adalah bahasa Belanda dari Lambung. Maag bukanlah sebuah penyakit tetapi merupakan istilah untuk berbagai macam keluhan yang disebabkan oleh gangguan pada pencernaan (indigestion) terutama pada bagian lambung. Adapun penyebab, gejala, dan ciri-ciri maag tidaklah sama untuk setiap orang, jadi jangan mudah menerima saran orang lain secara sembarangan.

Maag sering disebut sebagai penyakit akibat dari pola makan yang tidak teratur atau sering terlambat makan, padahal bukan demikian, tetapi karena sering terlambat makan akhirnya menimbulkan gejala atau penyakit tertentu pada lambung seperti asam lambung berlebih yang kemudian gejala dari penyakit tersebut disebut dengan maag.

Sangat banyak orang yang mengabaikan tanda awal dari maag karena hanya sebatas rasa mual yang datang hanya pada waktu tertentu. Jika keadaan ini dibiarkan saja , seiring bertambahnya usia maka kondisi maag akan menjadi rasa nyeri dan menjadi maag kronis.

Penyakit Maag yang sudah kronis akan sangat berbahaya karena adanya efek samping dari penyakit ini seperti komplikasi penyakit jantung atau infeksi pada bagian pencernaan lainnya.

Penyebab Penyakit Maag


Banyak sekali penyebab penyakit maag, tetapi pada umumnya disebabkan karena gangguan pencernaan yang diakibatkan karena pola hidup yang tidak sehat.

Berikut adalah penyebab seseorang mudah terkena penyakit maag :

1. Pola Makan yang Tidak Teratur

Pola makan yang tidak teratur memang menjadi sumber dari semua penyakit yang berhubungan dengan organ pencernaan. Bahkan ketika puasa pun sudah ada aturan kapan harus berhenti makan dan kapan dapat mulai untuk makan lagi.

Pola makan yang tidak teratur ini bukan berarti tidak makan apapun dalam rentang waktu tertentu tetapi ketika sudah masuk waktu dimana biasanya lambung sudah terisi, tetapi justru dibiarkan saja karena lupa atau ada kesibukan lain. Tentu saja waktu dari pola makan ini berbeda untuk setiap orang, pola makan ini terbentuk dari kebiasaan makan seseorang sejak lama.

Efek dari pola makan tidak teratur akan menjadi penyebab utama penyakit maag. Ketika lambung seharusnya sudah terisi tetapi dibiarkan kosong, maka jumlah asam lambung akan meningkat.

Jika semakin sering terjadi, asam lambung dapat menyebabkan iritasi pada lapisan mukosa lambung. Iritasi pada lapisan lambung ini lah yang akan menghasilkan rasa nyeri dan mual pada saat yang bersamaan.

Baca Juga : Mengobati Maag Menggunakan Lemon, Apa Benar Bisa Sembuh ?

2. Cara Makan yang Salah

Selain pola makan yang tidak teratur, cara makan yang salah juga dapat menjadi penyebab sakit maag. Berikut adalah contoh cara makan yang salah.

  1. Terlalu banyak makan
  2. Makan terlalu cepat
  3. Tidak membatasi jenis makanan yang dikonsumsi atau hanya makan makanan yang disukai saja
  4. Langsung berbaring atau tidur setelah makan dengan kenyang
  5. Kurang mengkonsumsi serat

Beberapa hal tersebut dapat menyebabkan gangguan pada lambung karena proses kerja lambung menjadi tidak teratur untuk mencerna makanan.

Ketika usia masih muda, hal ini tidak akan begitu terlihat efeknya karena metabolisme tubuh dan sistem pencernaan masih dalam keadaan prima, tetapi efek nya justru akan terasa jika usia sudah mencapai 40 tahun lebih.

Jika anda termasuk orang dengan porsi makan banyak, yang harus anda lakukan adalah jangan makan dalam jumlah banyak sekaligus tetapi anda harus menambah frekuensi makan lebih banyak dengan porsi makan lebih sedikit.

Contohnya anda boleh makan 5 kali dalam sehari tetapi dengan porsi yang lebih sedikit karena hal ini dapat meringankan dan menyetabilkan kerja lambung anda.

3. Sering Mengkonsumsi Makanan atau Minuman yang berbahaya untuk lambung

Selain cara makan, hal yang harus diperhatikan berikutnya adalah jenis makanan atau minuman yang sering dikonsumsi. Jenis makanan atau minuman yang bahaya untuk lambung jika terlalu sering dikonsumsi adalah sebagai berikut :

  1. Makanan dengan rasa terlalu asam
  2. Makanan pedas
  3. Tinggi kandungan lemak dan minyak
  4. Minuman Bersoda
  5. Minuman Beralkohol
  6. Rokok dan Kafein

Selain lebih cepat meningkatkan jumlah asam lambung dan lebih sulit untuk dicerna, jenis makanan tersebut juga lebih mudah untuk menyebabkan luka pada dinding lambung.

Jadi sebisa mungkin hindari mengkonsumsi jenis makanan dan minuman tersebut agar kondisi lambung membaik dan terhindar dari sakit maag.

4. Adanya Komplikasi penyakit lain

Karena maag bukanlah sebuah penyakit melainkan istilah untuk menjelaskan sekumpulan gejala yang tidak nyaman pada bagian pencernaan, artinya maag tidak hanya disebabkan oleh asam lambung tetapi dapat juga disebabkan oleh beberapa jenis penyakit tertentu yang masih ada hubungannya dengan sistem pencernaan.

Beberapa Penyakit yang dapat menjadi penyebab maag :
  • Adanya Luka pada Lambung
  • Terinfeksi bakteri Helicobacter pylori
  • Kondisi Psikologi seperti stress, cemas, atau terlalu banyak beban pikiran
  • Refluks gastroesofagus (asam lambung bergerak ke kerongkongan)
  • Obesitas
  • Konstipasi
  • Batu empedu
  • Radang pankreas
  • Kanker lambung
  • Berkurangnya aliran darah di usus atau penyakit lain pada organ usus
Sebenarnya penyakit-penyakit tersebut dapat menjadi penyebab maag dan dapat juga disebabkan oleh maag. Karena maag adalah sebuah tanda, maka jenis penyakit yang dapat menyebabkan maag hanya dapat dipastikan melalui penanganan medis.

5. Mengkonsumsi obat-obatan tertentu

Obat dari bahan kimia memang memiliki kelebihan untuk mengatasi gangguan kesehatan dengan lebih cepat. Tetapi obat dari bahan kimia pasti memiliki beberapa efek samping, salah satunya terjadinya gangguan pada sistem pencernaan seperti maag.

Beberapa jenis obat yang mempunyai efek samping menimbulkan maag :

  1. Obat jenis anti-inflamasi nonsteroid seperti aspirin
  2. Obat golongan nitrat seperti beberapa jenis obat untuk jantung

Gejala dan Ciri-Ciri Maag


Gejala penyakit Maag yang dialami setiap orang tidaklah sama, hal ini disebabkan oleh perbedaan dari penyebab maag itu sendiri.

Beberapa tahapan gejala yang biasa dialami oleh penderita sakit maag :

1. Merasa Mual dan Ingin Muntah

Gejala mual dan muntah hampir selalu dialami oleh penderita maag karena disebabkan oleh asam lambung yang meningkat dan terkikisnya lapisan dinding lambung.

2. Munculnya rasa nyeri atau perih pada bagian ulu hati

Gejala ini disebabkan karena adanya luka pada bagian lambung. Rasa nyeri pada ulu hati memang sering dirasakan pada penderita maag, tetapi justru gejala inilah yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan rentetan gejala-gejala berikutnya.

3. Cepat merasa kenyang, kembung dan sering bersendawa

Gejala ini merupakan efek dari gejala nyeri. Karena terasa nyeri nafsu makan akan hilang dan efeknya akan terasa kenyang. Setelah terus menerus mudah merasa kenyang, pola makan menjadi tidak teratur kemudian akan muncul rasa kembung dan sering bersendawa.

4. Insomnia atau susah tidur di malam hari

Karena beberapa gejala yang sebelumnya menyebabkan rasa tidak nyaman, akibatnya akan muncul rasa gelisah dan susah tidur pada malam hari. Setelah sering mengalami susah tidur atau gejala insomnia, kondisi kesehatan tubuh akan menurun. Pada tahap ini jika dibiarkan saja, maag akan menjadi kronis.

Pembahasan Terkait : Insomnia : Gejala, Diagnosa, Penyebab dan Pengobatan

5. Munculnya rasa sakit yang sangat kuat pada lambung atau bagian perut atas

Hal ini terjadi karena maag sudah pada tahap kronis. Maag kronis harus segera mendapat pertolongan medis karena dapat menyebabkan komplikasi penyakit lain yang dapat berakibat fatal.

Maag pada Ibu Hamil

Gejala maag yang muncul pada ibu yang sedang hamil tidaklah berbeda dengan gejala maag yang umum, hanya saja kondisi yang dirasakan oleh ibu pasti akan lebih berat karena adanya janin yang sedang tumbuh.

Jika seorang wanita tidak memiliki riwayat maag saat belum menikah, dan kemudian mendapati gejala maag muncul ketika hamil, maag tersebut bukan disebabkan karena penyakit.

Gejala maag yang muncul kemungkinan besar karena pertumbuhan janin yang mendesak rongga perut atau bisa juga karena perubahan hormon yang terjadi pada Ibu hamil.

Obat Maag untuk Ibu Hamil

Jika anda adalah seorang ibu yang sedang hamil dan memiliki gejala maag, jangan langsung menggunakan obat maag yang dijual bebas di pasaran, konsultasikan dulu ke dokter kandungan anda karena maag pada ibu hamil berbeda dengan maag pada umumnya walaupun gejalanya hampir sama.

Ada beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk mengurangi rasa mual dan nyeri yang disebabkan oleh maag ketika hamil.

1. Cobalah untuk merubah pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi

Ibu hamil tidak perlu makan banyak agar rasa mual dan nyeri tidak muncul lagi, anda hanya perlu makan sesering mungkin dalam porsi yang sedikit agar lambung anda tetap dalam keadaan terisi.

Perhatikan juga jenis makanan yang anda konsumsi, ibu hamil lebih baik memilih makanan yang kaya serat seperti gandum, kacang dan sayuran. Tidak masalah jika ingin makan ayam goreng, tapi pastikan ayam goreng dari masakan anda sendiri dengan ayam yang segar dan minyak yang bagus.

2. Atur Posisi duduk dan Tidur anda

Ketika hamil memang punggung ibu akan terasa berat karena menopang berat badan janin, walaupun begitu cobalah untuk tetap dalam posisi tegak ketika makan dan minum agar kondisi perut lebih longgar dan asam lambung tidak mudah naik.

Posisi tidur untuk ibu hamil sebaiknya dengan posisi terlentang dan kepala lebih tinggi daripada perut, jika ibu mengalami rasa mual pada malam hari, cobalah untuk minum air hangat atau susu hangat kemudian berbaring terlentang dengan 2 buah bantal untuk menyangga kepala.

Jenis-Jenis Penyakit Maag


Sebenarnya tidak ada jenis-jenis dari maag, karena maag sendiri disebabkan oleh faktor atau penyakit lain. Jenis penyakit maag yang ada hanya dibedakan dari gejala , tahapannya atau tingkat keparahan nya saja. Tetapi tahapan maag ini dapat menimbulkan efek yang berbahaya.

Jika satu tahapan maag disepelekan dan dibiarkan saja, seiring berjalannya waktu maag akan berubah ke tahap berikutnya.

Tingkat Keparahan Penyakit Maag

1. Maag Ringan

Maag Ringan memiliki gejala hanya sebatas mual dan rasa ingin muntah saja, tetapi rasa ini tidak muncul setiap saat dan hanya muncul pada waktu-waktu tertentu.

2. Maag Sedang

Tahap maag ini penderita sudah mulai sering merasa mual disertai rasa perih pada lambung terutama saat masuk jam makan. Maag tingkat sedang masih dapat diatasi oleh obat dengan resep dokter.

3. Maag Kronis

Maag Kronis mempunyai intensitas mual dan nyeri lebih sering ,bahkan kondisi ini sudah menyebabkan susah tidur dan gelisah pada malam hari. Berikutnya akan muncul rasa sakit yang luar biasa pada lambung di saat-saat tertentu.

4. Kanker Lambung

Rasa sakit yang amat parah mulai sering terjadi. Tahap ini sudah sangat berbahaya dan dapat berakibat fatal karena itu harus segera mendapatkan pertolongan dokter secepatnya. Kanker lambung dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi penyakit lainnya dan yang paling berbahaya adalah resiko kematian.

Dampak dan Komplikasi dari Penyakit Maag


1. Perut sering Kembung

Dampak dari mual dan muntah akan menyebabkan kondisi perut sering kosong dan kembung. Perut kembung memang tidak selalu tanda dari penyakit maag, tetapi yang di khawatirkan jika perut kembung sering muncul dan untuk kembali dalam keadaan normal membutuhkan waktu yang lebih lama.

2. Kondisi Tubuh menjadi Lemah

Perut sering Kembung, jarang makan, kemudian susah untuk istirahat atau mengalami insomnia menjadi dampak berikutnya yang menyebabkan kondisi kesehatan tubuh melemah.

Memang gejala maag tidak begitu terasa, tetapi jika anda mulai merasakan kondisi seperti ini, anda harus segera berkonsultasi ke dokter karena kondisi tubuh yang melemah adalah awal penyakit maag kronis.

3. Berat Badan Menurun Drastis

Susah makan dan susah istirahat akan menjadi penyebab dampak berikutnya yaitu penurunan berat badan secara drastis. Kondisi ini menandakan bahwa maag sudah parah. Tubuh bagian luar akan mengalami penurunan yang lebih cepat dari proses diet, dan lambung lebih cepat terkikis.

4. Radang Perut dan Pendarahan Lambung

Setelah penurunan berat badan dan lapisan lambung yang cepat terkikis, yang berikutnya sudah bukan dampak penyakit maag lagi melainkan sudah masuk ke komplikasi berupa radang dan pendarahan lambung.

5. Muntah Darah dan Buang Air Besar Berdarah

Pendarahan lambung akan menyebabkan muntah darah dan adanya darah saat buang air besar. Pada kondisi ini anda harus segera mendapatkan perawatan khusus dari Rumah Sakit.

6. Tumor dan Kanker

Luka dan pendarahan pada lambung pasti menyebabkan munculnya bakteri. Bakteri di dalam lambung tersebutlah yang akan menjadi awal dari Tumor atau Kanker Lambung.

Tumor dan Kanker hanyalah salah satu komplikasi dari maag yang tidak dirawat dan di biarkan saja karena masih banyak penyakit lain yang juga berakibat fatal. Penderitan Maag memang pada awalnya tidak merasakan apa-apa hanya seperti kelelahan dan kembung biasa, tetapi usia lah yang akan menjadi penentunya.

Tahapan-tahapan keparahan penyakit maag akan bertambah seiring bertambahnya usia. Komplikasi akibat maag lebih sering terijadi ketika memasuki usia 40 tahun. Jadi ada baiknya jika anda tidak menganggap remeh penyakit maag ini ketika usia muda karena akan menyeret berbagai rentetan penyakit lain ketika anda sudah memasuki usia tua.

Maag memang terlihat seperti gejala yang sepele dan hampir semua orang memilikinya, jika anda berpikir demikian, sebaiknya berhati-hatilah karena hampir semua penyakit yang berbahaya tanda awalnya tidak begitu terlihat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel