Perbedaan Air Terjun, Curug dan Grojogan

Perbedaan Air Terjun, Curug dan Grojogan

Hariantrendingtopik.com - Taukah kamu perbedaan antara air terjun, Curug dan Grojogan ? Bagi kamu pecinta wisata alam sudah pasti familiar dengan kata-kata tersebut.

Walaupun namanya sama-sama air, tapi pasti ada perbedaan antara air terjun , curug, pancuran dan grojogan. Kalau air sungai dan air mancur sudah pasti jelas dong apa bedanya.

Air mancur, sesuai dengan namanya, air akan memancur atau memancar dari bawah ke atas kemudian karena grafitasi baru jatuh kebawah lagi.

Air terjun, Grojogan dan Curug pada dasarnya sama, hanya saja istilah grojogan dan curug berasal dari bahasa jawa air terjun. Air Terjun Kedung Kayang.

Air Terjun tidak berbeda dari air sungai, yang ada malah semua air terjun pasti berasal dari sungai yang terpisah dari ketinggian tanah.

Air sungai dapat menjadi air terjun ketika air yang mengalir di sungai jatuh dari perbedaan ketinggian tanah yang vertikal atau tegak lurus. Filosofi air terjun.

Perbedaan air terjun, grojogan, pancuran dan curug bukan hanya karena namanya saja, tapi nama tersebut diambil dari ketinggian dan seberapa besar volume air yang jatuh sehingga namanya pasti berbeda.

Air terjun adalah sebutan umum dari air sungai yang jatuh karena perbedaan ketinggian. Dimana saja air yang jatuh entah dari lokasi yang sangat tinggi atau rendah pasti disebut air terjun. Tentu saja karena "air terjun: memang sudah menjadi nama yang baku di bahasa Indonesia.

curug

Tapi bahasa jawa berbeda karena penamaan sesuatu pasti karena berdasarkan sifat, bentuk, proses maupun perilakunya. Karena yang sedang dibahas adalah air, salah satu faktor pembedanya adalah ketinggian, deras/volume air dan besar atau kemegahan kejatuhan airnya.

Pancuran adalah bentuk dari air sungai yang jatuh tetapi dengan volume atau jumlah air yang sedikit dan pada ketinggian yang rendah, biasanya tidak lebih dari 5 Meter.

Curug adalah kondisi air sungai yang jatuh dari ketinggian yang lumayan sekitar 10-20Meter dan jumlah volume air yang sedang. Curug Panglebur Gongso.

Volume air yang jatuh tidak begitu besar, jadi pengunjung masih bisa bermain aman di sekitar air yang jatuh, misalnya Curug Lawe di Semarang.

Sedangkan Grojogan sama dengan air terjun yang keren. Air sungai jatuh dari posisi tanah yang tinggi sekitar lebih dari 50 Meter dan jumlah volume air yang jatuh sangat besar.

Grojogan

Sehingga pengunjung pasti dilarang keras untuk bermain atau mendekati lokasi jatuhnya air karena tekanan udara dan derasnya air. Contoh Grojogan yang keren di Jawa Tengah misalnya Grojogan Sewu di Tawang Mangu.

Kira-kira begitulah perbedaan antara air terjun, curug, dan grojogan. Walaupun namanya berbeda, tiap-tiap air terjun pasti memiliki pesonanya sendiri terutama dari trek perjalanan dan kondisi suasana lingkungan sekitarnya yang cocok untuk menenangkan diri dari hiru pikuk ramainya kota.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 3

Iklan Bawah Artikel