Insomnia : Gejala, Diagnosa, Penyebab dan Cara Mengatasi nya

Insomnia : Gejala, Diagnosa, Penyebab dan Cara Mengatasi nya

HarianTrendingTopik.Com - Insomnia : Gejala, Diagnosa, Penyebab dan Cara Mengatasi nya. Insomnia adalah kondisi seseorang yang susah untuk tidur pada malam hari, atau membutuhkan waktu yang lama sampai dapat tertidur. Gejala, Diagnosa, Penyebab dan Cara Mengatasi Insomnia memang beragam, tergantung dari faktor kondisi tubuh penderita.

Semua orang pasti pernah mengalami gejala insomnia, walaupun mungkin hanya beberapa hari dan tidak secara terus menerus. Orang yang memiliki gangguan insomnia akan selalu merasa tidak bisa memejamkan mata walaupun sudah berada di tempat tidur.

Gangguan insomnia dapat menyebabkan penderita merasa lemas dan tidak bersemangat pada keesokan harinya. Hal ini terjadi karena kualitas tidur yang buruk akan mempengaruhi kondisi metabolisme sehingga menjadi kacau dan aliran darah yang membawa oksigen ke otak menjadi tidak lancar.

Insomnia mempunyai banyak jenis, secara umum insomniaterbagi menjadi jangka pendek dan jangka panjang. Insomnia jangka pendek dapat terjadi dalam satu malam sampai beberapa minggu yang disebabkan oleh gangguan kesehatan tertentu misalnya depresi atau gangguan pencernaan, kondisi ini sering di sebut dengan insomnia sekunder.

Insomnia jangka panjang atau yang disebut insomnia primer dapat berlangsung beberapa minggu bahkan beberapa bulan. Penyebab insomnia primer biasanya terkain dengan kondisi medis yang sudah parah seperti kecanduan kafein, stress atau dapat disebabkan karena jenis penyakit yang akut.

Gejala dan Diagnosa Insomnia


Sangat banyak sekali gejala dari gangguan insomnia, gejala yang paling utama adalah ketika seseorang mengalami sulit untuk tidur pada malam hari dan kondisi ini berlangsung lama sekitar beberapa minggu bahkan beberapa bulan. Jika sulit tidur hanya berlangsung beberapa hari, belum tentu ini termasuk gejala dari insomnia.

  1. Selain mengalami sulit tidur pada malam hari, ternyata diagnosa dari gangguan insomnia memberikan gejala yang juga terlihat di sepanjang hari.
  2. Sangat sulit untuk tidur malam, tetapi sering terbangun pada tengah malam atau bangun terlalu pagi. 
  3. Ketika bangun tidur tubuh terasa lemas dan tidak bersemagat. 
  4. Badan terasa lesu dan mengantuk sepanjang hari, biasanya ditandai dengan sering menguap saat melakukan aktifitas. 
  5. Konsentrasi yang buruk dan tingkat kewaspadaan berkurang. Tubuh akan susah menerima respon dari lingkungan, seperti telat untuk menyadari sesuatu. 
  6. Mudah sekali marah, merasa tertekan dan depresi. 
  7. Munculnya gangguan pencernaan seperti naiknya asam lambung, mual dan sering bersendawa. 
  8. Selalu merasa khawatir dan cemas ketika malam datang. Semua gejala tersebut pada awalnya disebabkan karena kurangnya waktu tidur yang berkualitas dan hal ini berulang secara terus menerus.  

Penyebab Insomnia


Kesulitan untuk tidur malam terjadi bukan tanpa alasan. Ada banyak sekali pola hidup atau sesuatu hal yang menjadi penyebab insomnia dan membuat anda tidak bisa terlelap di malah hari.

1. Mempunyai banyak masalah

Seseorang yang mempunyai sangat banyak masalah seperti masalah pada pekerjaan atau masalah pada rutinitas harian sangat rentan terkena insomnia. Terlalu sering mendapat tekanan pekerjaan atau masalah pada rutinitas hidup akan menyebabkan otak dalam kondisi tegang.

Padahal untuk dapat tertidur dengan cepat, kondisi otak harus dalam keadaan rileks dan santai. Hal ini akan mudah terjadi seiring bertambahnya usia.

2.Kesehatan Fisik

Gangguan kesehatan tertentu yang terjadi pada tubuh juga dapat menyebabkan pola tidur terganggu seperti gangguan pernafasan atau gangguan hormon. Gangguan kesehatan pada organ pencernaan seperti penyakit maag akan memberikan rasa sakit yang teramat sangat yang pastinya akan membuat seseorang lebih sulit untuk istirahat pada malam hari.

3. Pola hidup yang buruk

Efek samping terlalu banyak mengkonsumsi kafein, alkohol, dan nikotin dapat menyebabkan insomnia berkepanjangan karena zat tersebut bersifat adiktif dan memaksa tubuh untuk mendapatkan asupan zat tersebut setiap waktu.

4. Makan terlalu banyak pada malam hari

Terlalu banyak makan pada malam hari menyebabkan perut menjadi tidak nyaman saat berbaring dan membutuhkan waktu untuk mencerna makanan. 

Kurangnya udara dan proses pencernaan yang membutuhkan energi lebih banyak secara tidak sadar akan memaksa otak untuk memerintahkan organ pencernaan bekerja lebih keras ketika seharusnya sudah berada dalam kondisi istirahat.

5. Lingkungan

Gangguan insomnia tidak semuanya berasal dari internal tubuh. Lingkungan juga memberikan pengaruh yang besar, seperti kondisi lingkungan yang berisik atau tidak nyaman pasti akan menyebabkan susah untuk tidur.

6. Obat-Obatan

Ada beberapa jenis dari obat dijual bebas yang memiliki efek samping membuat seseorang sullit tidur seperti obat alergi dan obat depresi.

Cara Pengotabatan untuk Mengatasi Gangguan Insomnia


1.Menggunakan Obat tidur

Mengkonsumsi obat tidur akan sangat membatu anda untuk tidur lebih cepat, tetapi lebih baik jika anda menggunakan obat jenis herbal karena obat kimia akan memberikan efek samping jika dikonsumsi dalam waktu lama.

2. Kamar Tidur

Mendekorasi ulang kamar tidur dengan warna yang lembut dan tidak terlalu terang, memasang lampu yang lebih redup dan menggunakan kasur yang nyaman untuk berbaring akan memberikan efek relaksasi agar kondisi otak dan tubuh lebih santai.

3. Menggunakan Jam digital

Hindari menggunakan jam dinding dengan jarum sehingga tidak menimbulkan suara berdetik di malam hari.

4. Tinggalkan alat elektronik

Saat akan berbaring jauhkan semua alat elektronik dari kamar seperti handphone atau TV. Sebisa mungkin buat kamar anda bebas dari semua alat-alat elektronik. Anda bisa meninggalkan Handphone atau gadget lainnya diluar kamar anda.

5. Hindari Konsumsi Kafein

Mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein secara berlebih akan membuat seseorang sangat susah untuk tidur karena kafein dapat memperlambat produksi hormon tidur atau yang biasa disebut dengan melatonin. Jika anda ingin menikmati kopi, lakukan paling tidak 8 Jam sebelum waktu tidur.

Insomnia yang tidak segera diatasi dapat mempengaruhi kesehatan dan mengganggu produktifitas kerja. Gangguan insomnia yang bersifat melemahkan kondisi tubuh secara bertahap dan terus menerus juga mampu menyebabkan komplikasi penyakit lainnya terutama pada bagian pencernaan.

Hubungan antara Insomnia dan Diabetes


Para dokter sudah memastikan bahwa gangguan insomnia akan memperburuk kondisi diabetes. Bahkan, bukan hanya diabetes, tetapi insomnia juga menyebabkan sebagian besar penyakit medis akan menjadi jauh lebih buruk. Dengan siklus tidur yang buruk, kondisi keseimbangan insulin dalam tubuh akan terganggu dan dapat menjadi penyebab diabetes jenis tertentu.

Penderita diabetes akan lebih sensitif terhadap kadar glukosa darah dan keseimbangan kimia dalam tubuh. Penelitian menjelaskan bahwa kondisi diabetes akan memburuk jika penderita diabetes mendapatkan waktu tidur kurang dari 6 jam setiap malam. Baca Juga : Gendut dan diabetes dapat menular.

Karena itulah setiap orang yang menderita diabetes pasti akan diberikan saran oleh dokter agar memperbaiki pola makan dan pola istirahat. Hal ini bertujuan agar kondisi hormon insulin dan metabolisme dalam tubuh kembali dalam kondisi seimbang dan stabil.

Insomnia adalah kondisi normal ketika otak memikirkan dan merasakan tekanan dari rutinitas harian. Gejala, Diagnosa, Penyebab dan Cara Mengatasi Insomnia tidaklah sama dari satu orang dengan orang lainnya. Sedangkan cara terbaik untuk mengobati insomnia adalah dengan menjaga asupan nutrisi dan menhindari penyebab stress yang muncul pada keseharian.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel