Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Coba Cara ini Agar Bisa Beli Rumah Di Usia Muda Sebelum 25 - 30 Tahun

Coba Cara ini Agar Bisa Beli Rumah Di Usia Muda Sebelum 25 - 30 Tahun

Hariantrendingtopik.com - Memiliki atau beli rumah di usia muda kisaran 25 tahun hingga 30 tahun pastinya dan tidak diragukan lagi menjadi impian setiap orang termasuk mereka yang sudah bekerja dan mendapatkan gaji atau pendapatan.

Namun membeli rumah di usia muda ini bukan hanya bermodalkan mimpi atau niatan saja, kamu harus punya planning dan tindakan untuk mewujudkannya apalagi kita tau semakin lama harga dan nilai rumah akan semakin tinggi, jadi bukan hal yang mudah.

Kemudian dari sisi tujuan kenapa harus membeli rumah, pertama pasti menjadi tempat tinggal dan umumnya seperti itu, berbeda dengan membeli rumah kedua atau ketiga, bisa jadi untuk investasi atau menyiapkan rumah untuk anak-anak nantinya.

Baiklah, dari semua alasan yang ada, sudah pasti membeli rumah menjadi sebuah kebutuhan primer yang harus digapai, permasalahannya ya perihal ini semakin tahun memiliki rumah semakin sulit terpenuhi karena harganya yang selalu naik.

Dengan harga yang semakin tinggi, contohnya saja ketika artikel ini ditulis harga rumah di pinggiran kota Semarang saja sudah kisaran Rp 500 juta untuk tipe standar nyaman, jelas untuk anak muda yang bisa dibilang baru beberapa tahun bekerja, pasti akan terasa berat.

Okelah sekarang ada fasilitas Kredit Pemilikan Rumah yang biasa disebut KPR atau Kredit Pemilikan Apartemen KPA dari berbagai bank ataupun perusahaan peminjaman dana fintech, meskipun begitu tetap saja harus ada DP yang lumayan besar untuk bisa disetujui misalnya antara 20% - 40% dari total harga rumah.

Contoh Hitungan Kasar Membeli Rumah dengan KPR

Contoh Hitungan Kasar Membeli Rumah dengan KPR

Misal nih rumah yang akan dibeli di harga Rp 500 juta, kemudian DP minimal setoran rumah sebesar 25% saja, misal dari harga Rp300 juta, maka kamu harus mempersiapkan uang DP lebih dari Rp 100 juta, jelas ini jumlah yang tidak sedikit.

Kemdian jika gaji yang kamu miliki sekitar 5 juta perbulan, dan harus menabung sendiri untuk DP 2 juta perbulan, itu artinya butuh sekitar 5tahun an hanya untuk DP, disamping itu harga rumah juga akan semakin naik. Kondisi seperti ini akan semakin berat tiap tahunnya. Maka dari itu pertimbangkan dan pikirkan dengan matang, jangan menunda untuk merencanakan membeli rumah atau tempat tinggal.

Jangan khawatir, akan selalu ada kesempatan, asal sesuaikan dengan kebutuhan dan jangan ikuti keinginan semata. Berikut ini Hariantrendingtopik punya beberapa tips agar bisa membeli rumah di usia muda atau sebelum usia 25 hingga 30 tahunan yang bisa kamu coba.

Tips dan Cara Bisa Beli Rumah Di Usia Muda

Tips dan Cara Bisa Beli Rumah Di Usia Muda
Untuk hal ini (merencanakan membeli rumah), kamu harus bisa menimbang apa yang dibutuhkan, bukan hanya demi gengsi saja. Tipe hunian yang cocok haruslah disesuaikan dengan aktivitas harian kamu bisa rumah tapak, apartemen atau model tipe hunian lainnya, jangan memaksakan membeli tipe hunian tertentu kalau tidak sesuai dengan kebutuhan hidup yang dijalani.

1. Tentukan Tipe Hunian

Pertama kamu harus bisa menentukan tipe hunian yang akan dibeli, misalnya aktifitas pekerjaan kamu dikota besar dan butuh mobilitas tinggi serta privasi, maka apartemen lebih cocok dengan kebutuhanmu.

Tapi misalnya lokasi kamu tinggal dan tempat kerja tidak memaksa untuk presure yang tinggi, maka kompleks perumahan akan lebih cocok, berikutnya kalau aktivitas pekerjaan dan rutinitas harian yang kamu jalani berada di pinggiran kota maka rumah tapak akan lebih sesuai. Dengan begini pandangan target rumah akan mengerucut dan bisa lebih diperinci.

2. Tentukan Lokasi Rumah

Urusan dengan pekerjaan, pastilah pertimbangan lokasi dari rumah yang akan dibeli menjadi yang utama. Kalau bisa sangat direkomendasikan, carilah lokasi rumah tidak lebih dari 15KM ke tempat kerja ataupun ke fasilitas umum seperti sekolah atau pusat kesehatan. Toleransi jangan lebih dari 20KM lah, karena kalau terlalu jauh akan banyak makan waktu dan ongkos bensin.

Adapun kalau ada rencana pindah kerja atau sebagainya, lebih baik jangan dipikirkan saat ini, fokuskan saja untuk bisa membeli rumah pertama. Rumah atau tanah itu merupakan sebuah bentuk investasi yang tidak akan tergerus inflasi, jadi misalnya 10th - 15th lagi ada kemungkinan pindah kerja maka rumah pertama bisa dijual dan dana hasil penjualannya bisa digunakan untuk membeli ditempat baru.

Maka dari itu sangat penting untuk mencari rumah yang lokasinya tidak terlalu jauh dari fasilitas umum karena kemungkinan setiap tahun akan mengalami kenaikan harga yang sangat signifikan dan sangat mudah mendapatkan peminat jika ada tujuan untuk dijual.

3. Tentukan Rentang Harga Rumah atau Hunian

Rumah ini sangat kompleks perhitungannya dengan pendapatan harian, jadi untuk membeli rumah sebaiknya sesuaikan dengan kemampuan finansial, jangan mengikuti keinginan, ikuti saja antara kebutuhan dan ketersediaan dana yang bisa dijangkau. Kalau ikut yang namanya ingin ya sudah pasti beli yang besar, tapi bisa jadi bikin keuangan babak belur.

Yang bisa kamu lakukan yaitu menentukan berapa harga rumah yang akan di beli sesuai dengan penghasilan atau dana yang bisa dijangkau, misalnya saja sebagai contoh kamu punya gaji Rp 5juta di Surabaya, maka kamu bisa mengajukan KPR mungkin senilai 400 jutaan, atau kalau misal ada dana tambahan ya tinggal sesuaikan saja.

Kamu bisa mencari dan memanfaatkan fasilitas keringanan lain dari cicilan KPR seperti jika ada DP ringan fixed per tahun dan tenor panjang hingga 20 tahun misalnya, maka hunian senilai 400 - 500 jutaan masih bisa digapai.

Karena lokasi juga mempengharuhi harga rumah, lebih baik carilah lokasi rumah yang tidak dekat dengan pusat fasilitas umum dan juga tidak terlalu jauh. Dengan begitu harganya relatif bisa lebih rendah daripada perumahan yang ada di pusat kota yang penting untuk akses ke transportasi umum seperti kereta api, MRT, atau bus masih dengan mudah terjangkau.

4. Mengumpulkan DP Untuk Rumah

Niat tanpa aksi sama saja omong kosong, jadi setelah menentukan range harga rumah dan anggaran yang ada, selanjutnya kamu harus mengumpulkan DP rumah, misal menyisihkan 2 juta atau lebih setiap bulannya hanya untuk kebutuhan DP rumah, dan jika ada dana tambahan misalnya, langsung masukkan saja ke tabungan tersebut.

Bagaimanapun, fokuskan diri untuk bisa menabung DP rumah. Hariantrendingtopik tidak akan membahas berapa persen tiap bulannya yang harus disisihkan, yang penting niat dan dalam jumlah tertentu, semakin banyak semakin bagus tapi jangan sampai mengorbankan kebutuhan harian yang harus dipenuhi.

Kalau bisa hitung berapa yang harus ditabung agar 2 - 3 tahun dana untuk DP rumah sudah terkumpul, dari usia kerja standar di 23-25 tahun maka dengan metode ini kamu akan bisa mendapatkan rumah di kisaran usia 26-28 tahun, tentu hitungan kasar seperti ini sudah sangat sesuai dengan kebutuhan hidup yang akan datang.

5. Potensi Penghasilan Tambahan

Untuk urusan membeli rumah, kita tidak mungkin hanya dengan mengandalkan gaji saja karena akan sangat memakan waktu, jadi semakin cepat cepat melunasi kredit rumah itu semakin bagus, karena itu sangat disarankan agar kamu bisa mencari pekerjaan sampingan atau penghasilan tambahan dari berbagai sumber sehingga alokasi dana untuk cicilan KPR bisa lebih besar dan bisa lunas lebih cepat.

Jika kamu masih punya instrumen investasi misalnya reksadana dan emas, cobalah menggunakan imbal hasinya atau keuntungan dari investasi tersebut untuk mempercepat melunasi cicilan rumah.

6. Kuncinya Hidup Hemat

Karena masih di usia muda dan ingin atau harus punya rumah, maka sangat diharuskan untuk bisa menerapkan pola hidup hemat dan mau berkerja keras untuk tergapainya memiliki hunian sendiri, semakin boros dan semakin suka foya - foya tentunya akan semakin sulit pula dalam proses melunasi KPR rumah.

Jadi hasil penghematan seperti uang untuk liburan, belanja barang tertentu yang bukan primer atau uang untuk makan diluar bisa dialihkan untuk kebutuhan hidup harian atau mungkin bisa untuk melunasi cicilan yang lain jika ada. Tujuannya hanya satu, agar KPR bisa cepat lunas, dan setelah lunas kamu bisa merencanakan untuk rumah kedua dan selanjutnya.

Alasan Agar Kamu Tidak Menunda Rencana Membeli Rumah

Alasan Agar Kamu Tidak Menunda Rencana Membeli Rumah

Dibalik rencana untuk membeli rumah yang sudah sangat matang, mulai dari mencari, observasi, survei hingga menyiapkan dana, pasti akan ada saja hal yang membuat kamu "menunda" untuk membeli rumah apalagi karena masih mudah dan ego masih tinggi. Contohnya saja lebih memilih untuk membeli mobil dulu agar keliahatan keren.

Jika kamu masih berorientasi terhadap hal tersebut, sebenarnya tidak masalah dan sangat wajar. Tapi sebaiknya kamu bisa menyikapi mana yang bersifat primer dan mana yang bersifat sekunder. Ada beberapa alasan yang harus kamu pikirkan agar tidak lagi menunda rencana beli rumah demi hal - hal lainnya yang berhubungan dengan keinginan.

1. Harga Rumah Akan Selalu Naik

Alasan yang pertama agar kamu tidak menunda untuk membeli rumah yaitu karena harga rumah akan selalu memiliki kemungkinan naik secara signifikan setiap tahunnya dan kondisi seperti ini lebih luar biasa jika rumah tersebut berada di lokasi yang potensial misalnya dekat dengan pusat kota, pusat perbelanjaan atau tempat kerja umum. Jadi kalau semakin lama menunda untuk membeli rumah tentu harganya akan semakin sulit dijangkau dan dana yang disiapkan harus semakin besar.

2. Usia Kita Terus Bertambah

Alasan berikutnya mungkin karena usia kita semakin bertambah jadi semakin lama menunda rencana membeli rumah maka akan semakin sedikit waktu yang kita miliki untuk mengumpulkan dana demi guna membeli rumah.

Lagipula ada batas usia untuk pelunasan kredit, umumnya sekitar 55tahun atau bisa juga lebih awal tergantung dari tempat ketika mengajukan KPR/KPA, jadi bisa disimpulkan kalau semakin bertambah usia maka semakin kecil kemungkinan pinjaman bisa diterima, hal ini sebaiknya menjadi pertimbangan yang utama.

3. Lokasi Lahan Perumahan Potensial Semakin Sedikit

Permintaan akan tempat tinggal akan selalu bertambah dan para developer akan semakin agresif mengembangkan properti, karena itu jika menunda-nunda memutuskan membeli rumah, kamu akan semakin sulit untuk menemukan lahan perumahan dengan strategis dengan harga yang terjangkau atau perumahan yang mudah mendapatkan KPR.

Tapi, sebelum kamu memutuskan membeli rumah, ada baiknya untuk berpikir ulang tentang tujuan membeli rumah tersebut, apakah sudah benar-benar membutuhkan atau masih keinginan belaka. Kalau memang sudah terlihat 4 atau 5 tahun kedepan kamu sudah butuh rumah untuk berkeluarga, artinya membeli rumah sudah menjadi "kebutuhan" kamu.

Kamu bisa mencari pilihan rumah atau perumahan sebanyak mungkin antara 5-7 pilihan lokasi, kamu juga bisa mempertimbangkan rumah second atau rumah yang dijual pemilik sebelumnya, setelah itu perhatikan dengan seksama perihal status legalitasnya seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB), kemudian Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Hingga tentang Sertifikat Hak Milik (SHM).

Lokasi dari rumah menjadi pertimbangan penting yang harus dipilih secara matang, untuk mengetahui lokasi rumah tersebut strategis maka sebaiknya kamu datang sendiri observasi ke rumah tersebut sehingga bisa mengukur jarak ke fasilitas umum, pendidikan, perbelanjaan dan juga ketempat kerja.

Kamu juga harus memutuskan ingin rumah yang tanahnya luas bangunan kecil atau bangunan luas di luas tanah yang kecil, rumah dengan lokasi di tengah kota bisa dibilang tidak selalu bagus karena ini berhubungan dengan personalitas jadi kamu harus bisa menentukan karakter rumah dan lingkungan seperti apa yang sesuai dengan kebutuhan kamu.
  • Membeli tanah kemudian membangun sendiri
  • Membeli rumah di perumahan
  • Membeli rumah dari pemilik sebelumnya kemudian merenovasinya
Menjadi opsi potensial yang bisa kamu pilih, carilah yang paling nyaman agar ketika penat diluar kemudian pulang kerumah, kamu bisa mendapatkan rasa nyaman dan rileks.

Cara Mudah Cari Rumah Untuk Pertama Kali

Cara Mudah Cari Rumah Untuk Pertama Kali

Kalau kamu bingung harus mulai dari mana ketika akan membeli rumah, mungkin kamu bisa coba ikuti beberapa langkah berikut.

1. Kamu harus meluangkan waktu untuk mengunjungi langsung lokasi perumahan atau rumah yang dijua, jangan hanya percaya pada kata - kata di brosur atau katalog online, datang dan lihat langsung apakah lokasi dan lingkungannya sesuai dengan kebutuhan atau tidak.

2. Lakukan pemetaan area - area rumah yang sepertinya potensial kemudian berkelilinglah mengitari komplek tersebut untuk melihat kondisi akses keluar masuk dan fasilitas umum yang bisa dijangkau dengan segera.

3. Dengan begini, dari 5 -7 pilihan rumah maka akan menyusut menjadi 1 atau 2 pilihan saja, berikutnya tinggal pilih yang paling kamu suka dan cari metode pembayaran yang paling ringan, misal KPR dengan tenor panjang atau mungkin dari potongan harga yang bisa didapatkan.

Untuk bisa membeli rumah di usia muda antara 25 hingga 30 tahun butuh tekad, niat dan usaha yang kuat, disamping itu karena rumah bersifat personalitas, maka jangan percaya kepada orang lain yang merekomendasikan rumah tersebut, kamu harus bisa datang cek lokasi sendiri dan memutuskan rumah beserta lingkungan tersebut cocok atau tidak sebagai tempat tinggal yang akan kamu beli.