Jenis Kendaraan yang Harus dihindari demi Keselamatan di Jalan Raya

Jenis Kendaraan yang Harus dihindari demi Keselamatan di Jalan Raya

Hariantrendingtopik.com - Kendaraan yang Harus dihidari di jalan raya. Menjaga Keselamatan dijalan raya seharusnya menjadi kewajiban dan kesadaran setiap orang. Berkendara di jalan raya sudah pasti akan berbagi ruas jalan bersama kendaraan yang lain.

Perlu kamu tau ada beberapa jenis kendaraan yang harus kamu hindari dan waspadai serta selalu jaga jarak. Karena jenis kendaraan tersebut sudah banyak menjadi penyebab terjadinya kecelakaan di jalan raya.

Kang Hartrop akan berbagi pengalaman tentang beberapa jenis kendaraan yang harus kamu waspadai dan selalu jaga jarak ketika di jalan raya serta alasannya.

Jenis Kendaraan yang Harus dihindari demi Keselamatan di Jalan Raya


1. Kendaraan Besar Seperti Bis, Truk, Kontainer dsb

Kamu harus selalu menghindar kendaraan besar seperti bis truk, kontainer, truk mixer ataupun jenis kendaraan yang beroda lebih dari 10. Jangan sampai kamu bertahan disampingnya ketika berada pada posisi melaju.

Mengalahlah kepada kendaraan besar tersebut demi keselamatanmu di jalan raya, saliplah jika dalam keadaan berhenti atau pada lampu merah saja.

Perlu kamu tau kendaraan besar seperti itu mempunyai banyak sekali titik buta yang sangat bahaya untuk disalip terutama di kanan depan dan kiri depan. Karena itu banyak sekali kecelakaan fatal karena menyalip kendaraan besar.

Tetap berada sekitar 20M dibelakang kendaraan besar, kalau memang posisi menanjak dan kendaraan melambat, barulah kamu salip dengan memberikan tanda. Biasanya kendaraan besar akan berada di posisi kanan jalan ketika melambat, artinya kamu bisa menyalipnya lewat jalur kiri.

2. Angkutan Umum Jenis Apapun

Semua angkutan umum berplat kuning wajib kamu hindari walaupun seperti apapun bentuknya. Kenapa? Angkutan umum itu menargetkan untuk mendapatkan penumpang lebih dulu.

Jadi kalau sudah terlihat ada calon penumpang pasti akan langsung menepi tanpa memberikan tanda sein terlebih dahulu.

Kalau kamu melihat ada angkutan umum yang menyalip, kurangi kecepatanmu tetap berada dibelakangnya. Ketika angkutan mulai menandakan menikung kiri, kamu salip saja dengan santai melalui jalur kanan.

3. Kendaraan Pengangkut Barang dengan Usia Tua

Ingat, jangan pernah berada dibelakang mobil pickup angkutan barang apalagi mobil tersebut sudah berusia tua.

Dengan transmisinya yang masih manual dan banyak problem, kemungkinan tidak kuat di jalan menanjak sangat besar, dan bisa saja justru mundur mendadak.

Jadi kamu jangan pernah memposisikan diri di belakang angkutan barang, segera salip kalau bisa, kalau tidak jagalah jarak minimal 20 Meter. Mengalah saja karena tingkat membahayakan kendaraan lain sangat tinggi.

4. Ojek Online

Semua orang juga paham kalau ojek online bekerja menggunakan GPS dan aplikasi smartphone. Itu artinya konsentrasi ojek online akan terbagi antara jalan dan smartphonenya.

Usahakan jangan berada pada sisi kiri ojek online, jangan juga berada di belakangnya karena sering berhenti mendadak. Pilihannya hanya salip atau jangan dekati walaupun dalam laju yang pelan.

5. Pengendara Mobil Minim Pengalaman

Kenapa kang Hartrop mengatakan minim pengalaman ? Sudah tau kan banyak lembaga kursus setir mobil yang memberikan paket pengajaran kurang dari 2 minggu langsung dapat sim A ?

Itulah alasannya pengendara mobil yang minim pengalaman harus dihindari, karena masih belum jelas cara mengemudinya dan masih gagap jika ada kondisi mendadak.

Untuk mengenali pengendara mobil seperti itu cukup mudah salah satu contohnya tidak jelas menempatkan posisi mobil, tidak dikiri dan tidak di kanan. Sering di tengah-tengah jalan dengan kecepatan yang pelan.

Kemudian ciri-cirinya lagi selalu pelan di jalan raya walaupun jalannya tidak padat. Hal itu terjadi karena masih terbawa di mindsetnya cara mengendari motor yang santai dan pelan-pelan.

Padahal seharusnya pengendara mobil yang mumpuni harus mempunyai pengalaman belajar menyetir dengan didampingi mentor selama kurang lebih 2 bulan.

6. Ibu-Ibu dengan Kendaraan Matic Besar

Point ke 6 ini bisa dibilang paling berbahaya, karena pada dasarnya hampir semua ibu-ibu sudah mengalami kurangnya respon sesitifitas dari sekitar sehingga kadang berhenti sembarangan karena perhatiannya mudah teralihkan hal lain misalnya telepon atau barang dagangan pinggir jalan.

Ibu-ibu dengan kendaraan matic berukuran besar juga sangat mengalami masalah ketika berhenti mendadak dikarenakan berat motor lebih dari kemampuan otot kaki ibu-ibu untuk menahannya.

Sudah dipastikan lebih dari 90% jika ibu-ibu dengan prawakan semampai mengendarai motor berukuran besar kemudian berhenti mendadak, pasti akan jatuh menyamping. Jadi kamu jangan sampai berada di posisi kanan dan kirinya.

Baca Juga : Cara Mudik yang Aman dan Asik

Itulah beberapa Jenis Kendaraan yang Harus dihindari demi Keselamatan di Jalan Raya versi kang Hartrop yang sering mengelus dada melihat kondisi jalan akhir-akhir ini yang sangat padat dan banyak orang mementingkan egonya sendiri tanpa melihat sekitar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel