Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Saham Bidang Pariwisata Menerima Imbas Terparah Corona

Saham Bidang Pariwisata Menerima Imbas Terparah Corona

Hariantrendingtopik.com - Efek dari wabah corona sudah pasti akan berimbas kepada seluruh sektor mulai dari properti, konsumsi, konstruksi dan terlihat bidang pariwisata lah yang paling parah.

Seperti yang kita tau aturan pemerintah tentang social distancing sudah berlaku dan melarang orang orang untuk berkumpul dan mengunjungi tempat tujuan banyak orang.

Dengan begitu selain tempat tujuan pariwisata akan sepi pengunjung, pemerintah juga memutuskan untuk menutup lokasi wisata sebagai tindakan mencegah penularan virus corona.

Sebagai contoh saja saham dari PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mengalami penurunan 2,17% menjadi Rp 450,- per saham saat penutupan perdagangan Jumat 27 maret.

Bagaimanapun juga terpantau dari awal bulan Maret sampai sekarang saham PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mengalami penurunan sampai 45,45 %.

Efek Corona Pada Bidang Terkait Pariwisata


Bidang pariwisata tidak hanya tentang tempat lokasi wisata itu sendiri melainkan terkait dengan bidang lain seperti perhotelan dan penjualan kuliner serta oleh-oleh.

Karena banyak tempat wisata yang ditutup maka secara otomatis pengunjung berkurang drastis dan bisnis penginapan atau perhotelan akan mengalami penurunan konsumen.

Baca Juga Pembayaran Cashless lebih diminati Efek Corona

Sekali lagi Kang Hartrop mengambil contoh Saham dari PT Citra Putra Realty Tbk dengan asetnya hotel The Stone di Legian di Bali mengalami penurunan 0,43% menjadi Rp2.330,- per saham.

Penurunan tersebut tentu saja berkaitan dengan banyak ditutupnya destinasi wisata di pulau bali serta dari awal bulan sudah terpantau saham Citra Putra Realty anjlok sebesar 41,90%.

Seperti efek beruntun lainnya setelah merosotnya saham sektor wisata kemudian perhotelan, dengan anjloknya jumlah pengunjung bisa dipastikan bidang kuliner atau pusat oleh oleh pasti mendapatkan imbasnya pula.

Baca Juga Peluang Bisnis yang Berkembang ditengah Corona

Tidak dapat dibantah jika sumber pendapatan utama dari usaha atau bisnis kuliner dan oleh oleh di sekitar tempat wisata adalah dari pelancong itu sendiri.

Jika kondisi seperti sekarang, atas larangan untuk berpergian dan tetap dirumah untuk menghindari kontak terhadap virus corona maka bisnis dan usaha kuliner akan mengalami penurunan omzet yang tajam karena sepinya pengunjung.

Penutup

Dari ulasan diatas bisa disimpulkan kalau Saham Bidang Pariwisata, perhotelan dan bidang terkait yang membutuhkan wisatawan sudah pasti Menerima Imbas Terparah dari wabah Corona.

Sejauh ini belum ada perkembangan baik yang bisa dilihat dari kondisi dilapangan mengingat tingkat kewaspadaan karena corona semakin ditingkatkan dan sudah banyak daerah yang menerapkan isolasi secara mandiri.