Dagang Nasi Goreng, Jangan Takut Soal Tidak Ada Pembeli

Dagang Nasi Goreng, Jangan Takut Soal Tidak Ada Pembeli

Hariantrendingtopik.com - Kisah pedagang malam yang ditunggu dan dicari pembeli karena jualannya yang mengenyangkan perut, ya pedagang nasi goreng, baik yang keliling ataupun sudah menetap di suatu lokasi.

Kang Hartrop ingin sekali membuat artikel ini yang berjudul Pedagang Nasi Goreng Jangan Takut dan Khawatir persoalan tidak ada pembeli, karena sudah pasti dan tidak diragukan lagi pasti ada pelanggan.

Kenapa Kang Hartrop mengatakan Jangan Khawatir dan Jangan Takut ? Berhubung memang kang Hartrop sangat suka nasi goreng, maka seringlah terjadi perbincangan ketika makan ditempat dengan beberapa abang nasgor langganan.

Dari sekitar 3-5 orang pedagang nasi goreng dan kemudian Kang Hartrop bertanya tentang masalah pembeli, intinya semua memberikan keterangan garis besar yang saja, yaitu pasti ada pembeli asalkan memperhatikan beberapa hal.

1. Rasa Khas Nasi Goreng

Hampir semua abang penjual nasgor selalu mengatakan kalau nasi goreng itu "tangan tanganan" artinya setiap penjual nasi goreng memiliki citarasa yang Khas antara satu dengan yang lainnya walaupun jaraknya berdekatan.

Dan rasa khas itulah yang menyebabkan adanya pelanggan setia, misalnya ada orang yang suka dengan rasa nasigoreng gurih, atau ada yang suka dengan rasa pedas asin.

Tiap rasa ini tidak bisa dihandle oleh satu orang pedagang nasi goreng saja, yang berarti akan selalu ada pelanggan yang suka dengan rasa khas nya.

2. Tekstur Bumbu dan Cara Menggoreng

Pernah dengar kan ada nasi goreng sangit atau nasi goreng merah ? nhah itulah salah satu contoh cara menggoreng antara abang yang satu dan yang lain berbeda sehingga menjadi daya tarik tersendiri.

Kemudian tipikal pembeli ada yang menyukai tekstur bumbu kasar atau irisan besar-besar dan juga ada pembeli yang menyukai bumbu halus sehingga mudah dimakan. Dagang Nasi Apa Ya ? Coba Cek Pilihan Menu dari Kang Hartrop Berikut ini !

Tekstur Bumbu dan Cara Menggoreng ini ternyata terbentuk bukan dalam waktu semalam saja, melainkan bertahun-tahun pengalaman menjual nasi goreng, Keren kan.

3. Harga dan Porsi

Baiklah, mungkin nomor 1 dan nomor 2 berdasarkan dari pengalaman. Poin ke 3 ini terlepas dari pengalaman dan mengutamakan harga atau porsi. Ukuran Kenaikan Harga Tempat Makan Ketika Hari Raya.

Ada pedagang nasi goreng yang mengutamakan porsi besar sehingga harga lebih malah, uniknya pembeli tidak mepermasalahkan hal tersebut dan asalkan cocok.

Nasi goreng harga murah tentunya menjadi pertimbangan sebagian besar pembeli untuk menjadi pelanggan, dan seharusnya pembeli menyadari jika harga murah pastinya harus menerima dengan rasa yang ditawarkan.

Di Semarang, dulu di dekat bandara ada pedagang nasi goreng yang sangat ramai pembeli, padahal Kang Hartrop juga ikut mencoba, rasanya bisa dibilang dibawah standar.

Tapi... ini yang menjadi nilai tambah, ketika nasi goreng lain sekitar 15ribu per porsi, bapak pedagang ini menjual dengan harga 7ribuan saja dengan porsi cukup banyak, dan hampir semua pembeli tidak mempermasalahkan harganya, Unik kan ?

4. Jarak Tidak Jadi Masalah

Menurut pengakuan dari salah satu penjual, para pembeli tidak mempermasalahkan jarak asalkan bisa makan nasi goreng yang cocok dengan seleranya. Kalau begitu berarti area langganan tidak bisa dihitung berdasarkan matematika karena sudah bicara soal lidah.

Garis Besar yang Dicari Oleh Pembeli Nasi Goreng


Dari semua topik pembicaraan dengan abang nasi goreng, mereka yang mendapatkan pelanggan tetap adalah pedagang yang memperhatikan rasa dan ciri khas nasi gorengnya. Usaha atau Bisnis yang Laku Setiap Hari.

Barulah kemudian para pembeli yang datang untuk mencoba, jika cocok dengan lidahnya pasti nanti akan kembali untuk membeli lagi.

Karena itulah mungkin jika anda ingin memulai dagang nasi goreng dan mempertimbangkan soal pembeli. Akan lebih baik jika anda lebih merencanakan rasa khas dari nasi goreng anda. Rasa khas dari nasi goreng biasanya didapat dari bumbu khas tiap daerah yang berbeda-beda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Tengah Artikel 3

Iklan Bawah Artikel