Langkah Pengelolaan Keuangan yang Baik Untuk Diri Sendiri Agar Aman dari Inflasi

Langkah - Langkah atau tahapan mengelola keuangan secara pribadi dan untuk diri sendiri sebenarnya bisa dilakukan dengan baik agar hasilnya sesuai dengan perhitungan arus uang masuk, keluar dan keuangan untuk investasi masa depan, jadi untuk saat ini keuangan tertata dan masih ada persiapan untuk masa mendatang.

Yaaaa, melakukan pengelolaan keuangan sendiri pasti sangat penting untuk dilakukan agar bisa terhindar dari risiko yang tidak diinginkan atau kalimat mudahnya jika ada resiko tentang masalah keuangan, kita masih punya dana yang dipersiapkan untuk hal tersebut. Misalnya tiba-tiba butuh dana pendidikan, dana untuk berobat dan jangka panjang mungkin dana pensiun, kalau tidak dipersiapkan ya pasti repot sendiri.
 
Langkah - Langkah Pengelolaan Keuangan yang Baik Untuk Diri Sendiri

Salah satu keuntungan yang paling akan bisa dirasakan jika melakukan pengelolaan keuangan kita sendiri yaitu akan bisa lebih disiplin dalam mengatur gaji maupun uang tambahan yang didapatkan dalam perhitungan rentang bulanan jadi paling tidak bisa menakar dan mengontrol mana antara kebutuhan dan keinginan kemudian mengeluarkan dana hanya untuk yang penting saja.

Baiklah, membahas dan melakukan pengelolaan keuangan sebaiknya tidak dilakukan sembarangan dan sebaiknya mengikuti beberapa tahapan agar tujuan dari pengeloaan keuangan ini bisa tercapai, langsung saja cek langkah-langkahnya berikut : Instrumen Investasi Prinsip Syariah.

Langkah dan Tahapan Pengelolaan Keuangan Secara Pribadi

Langkah – langkah yang bisa dilakukan untuk mengelola keuangan pribadi yaitu dengan mencatat dan mengetahui semua arus keuangan masuk dan arus keuangan tiap bulannya. Kemudian melakukan rekap dan mengatur ulang antara keuangan yang masuk dan keluar.

Catat Gaji, Aset dan Uang Tambahan yang Ada

Langkah Pertama yang harus dilakukan yaitu dengan mencatat semua aset dan gaji yang dimiliki mulai dari aset produktif atau aset konsumtif dan uang yang mungkin sering didapatkan.
 
Catat Gaji, Aset dan Uang Tambahan yang Ada

Aset produktif adalah jenis aset yang bisa menghasilkan keuntungan ketika aset tersebut dijual kembali dengan nilai aset yang relatif meningkat, aset produktif ini bisa kita sebut juga dengan investasi misal emas, deposito, rumah, tanah dan sebagainya.

Kemudian Aset konsumtif adalah jenis aset yang ketika dijual kembali nilainya relatif akan turun dan tidak menghasilkan keuntungan karena penurunan nilai dari pemakaian misalnya mobil, motor, gadget, laptop dan sebagainya.

Catat semuanya dan sebisa mungkin perhitungkan juga konversinya ke nilai uang pada waktu tersebut, rasanya tidak perlu terlalu rinci yang penting nilai besarannya bisa terukur. Alasan Pinjam Uang ke Bos.

Catat Semua Pemasukan dan Petakan Pengeluaran

Berikutnya yang harus kamu catat secara detail yaitu arus dari semua pemasukan dan pengeluaran yang ada dan yang mungkin ada, hal ini harus dilakukan agar kamu memiliki rekap arus kas keuangan pribadi sehingga bisa menganalisanya.
 
Catat Semua Pemasukan dan Petakan Pengeluaran

Kalau bingung, buat saja semua rincian dan total pemasukan dalam sebulan mulai dari gaji hingga jenis pendapatan tambahan yang ada dan harus dilakukan tiap bulannya. Setelah itu buat rincian pengeluaran yang akan ada dari urutan :
  • Kebutuhan utama
  • Kebutuhan tambahan
  • Pengeluaran yang berdasarkan keinginan
Semuanya dicatat termasuk pengeluaran rutin seperti buat makan perharinya, pengeluaran untuk transportasi dan semua cicilan yang harus dibayar. Dengan begitu kamu akan memiliki daftar pengeluaran dan bisa menganalisanya mana pengeluaran terbesar dan implementasi berikutnya bisa menekan pengeluaran tersebut kemudian uang yang bisa disisihkan tinggal di alihkan untuk berinvestasi, namunapabila pengeluaran jauh lebih besar dari pendapatan sebaiknya berusaha untuk mencari tambahan pemasukan.

Buat Pengaturan Pengeluaran Dana

Pada poin ini kamu harus mengelola keuangan yang ada atau bisa disebut dengan bujeting, yaitu menyusun pengeluaran berdasarkan poin yang penting terlebih dahulu.
 
Buat Pengaturan Pengeluaran Dana

Pertama susun anggaran keuangan berdasarkan kebutuhan dan keinginan poin per poin, kemudian cek ulang mana yang menjadi prioritas dan mana yang bisa ditunda, hapus dan hiraukan dulu yang bisa ditunda hingga menjadi hal yang dibutuhkan. Jadi intinya pilah mana yang penting dan harus dibayarkan serta uang yang tersisa bisa dialihkan ke dana cadangan atau investasi. Cara Menolak Pinjam Uang 100 Ribu.

Perencanaan Masa Depan

Kemudian mungkin kamu harus merencanakan masa depan atau keperluan jangka panjang, seperti uang yang disisihkan tadi akan di investasikan dan hasil investasinya digunakan untuk membeli rumah, menikah, sekolah lebih tinggi dan rencana dengan kebutuhan dana besar lainnya.

Melangkah Untuk Investasi

Menyimpan uang yang paling baik tentu dengan investasi apalagi sekarang sudah sangat mudah untuk mendapatkan berbagai informasi yang mumpuni tentang investasi dalam bentuk instrumen apapun, tapi ingat jangan ikut-ikutan atau kena sindrom FOMO, pelajari dan riset dengan dalam untuk instrumen yang pasti menguntungkan di masa depan.

Investasi penting untuk dilakukan agar bisa mencapai tujuan keuangan baik jangka panjang dan pendek dan juga menjaga uang kamu dari pengaruh inflasi, kalau butuh saran maka coba pelajari reksa dana yang bisa kamu mulai dengan nominal yang kecil. Kebutuhan keuangan akan selalu bertambah di tiap periodenya mengikuti peningkatan harga pasar karena itu sangat disarankan untuk melakukan pengelolaan keuangan mulai dari peruntukan pribadi dengan tujuan mempersiapkan masa depan tentunya.

Merencanakan Keuangan Untuk Masa Depan

Setiap orang pasti memiliki impian pada masa depan misalnya jenjang sekolah yang lebih tinggi, membeli rumah, membeli mobil idaman atau traveling ke tempat yang di inginkan hingga mempersiapkan pernikahan.

Masalah yang muncul pastinya apakah kondisi keuangan yang sekarang akan cukup untuk mewujudkan impian tersebut, memang susah untuk menjawabnya maka dari itu perlu dipahami kalau menabung saja tidak mungkin mampu untuk mewujudkannya karena ada faktor yang bernama inflasi.

Hubungannya Dengan Investasi

Inflasi adalah sebuah proses meningkatnya harga barang di pasar secara terus-menerus tiap tahunnya mengikuti harga pasar dunia. Contohnya saja pada tahun 2005 waktu Mas Topik masik sekolah SMA, uang Rp 2.000 saja sudah bisa beli soto plus es teh dan gorenang sampai kenyang, tapi sekarang tahun 2022 ketika artikel ini ditulis, makan soto kenyang plus esteh dan gorengan bisa habis lebih dari Rp 25.000, itulah yang disebut dengan inflasi.

Maka jika kamu punya tabungan Rp 300.000.000,00 misalnya di tahun ini, maka 10 tahun kedepan ketika akan beli mobil atau menikah maka nilai uang tersebut akan mengalami penurunan, jadi cara terbaik yang bisa lakukan yaitu dengan berinvestasi.

Investasi ini merupakan tindakan memanfaatkan dana yang ada dengan cara membeli sebuah aset untuk mendapatkan keuntungan kenaikan nilai harga aset pada masa yang akan datang semisal emas atau tanah, 10 tahun kedepan harganya tidak mungkin turun dan sudah pasti naik, jika dijual pada waktu tersebut pastilah kita mendapatkan nilai uang yang lebih banyak.

Sampai saat ini satu-satunya cara untuk mengatasi inflasi memang hanya dengan investasi, tapi investasi ini tidak bisa langsung dilakukan dengan dadakan, kamu harus melakukan perencanaan keuangan (financial planning) yang baik sehingga kebutuhan bulanan jalan normal dan ada dana yang memang dipersiapkan untuk investasi walaupun kondisi ekonomi tidak menentu.

Proses Perencanaan Keuangan

Pada proses perencanaan keuangan terutama untuk pridai terdapat konsep the financial planning phyramid yaitu dasar dari suatu proses perencanaan keuangan untuk mempersiapkan dasar pondasi keuangan agar ketika terkena hantaman kondisi tak terduga, keuangan kamu masih bisa bertahan.

Pertama persiapkan dulu dana darurat dan asuransi dengan tujuan jika bertemu dengan kondisi ekonomi yang tidak stabil misalnya tiba-tiba kena PHK atau hal lainnya sehingga menyebabkan tidak adanya arus pemasukan, saat itu dana darurat bisa kamu gunakan sembari mencari arus pemasukan lainnya.

Kemudian jika kita sakit tiba-tiba, pastinya butuh dana yang besar, maka dari itu penting untuk mempersiapkan asuransi sehingga kita tidak akah khawatir mencari dana dari luar aset atau tabungan. Besaran dana darurat yang sangat disarankan yaitu 6-10 kali dari pengeluaran bulanan, sehingga kita masih punya waktu sekitar 10 bulan untuk mencari pekerjaan atau sumber pemasukan lain.

Dana darurat bisa kamu simpan di rekening bank atau pada jenis produk keuangan lain dimana proses merubahnya ke uang yang siap pakai cukup singkat dalam hitungan hari saja, intinya uang tersebut bisa diambil sewaktu-waktu dibutuhkan, begitu juga asuransi kesehatan yang bisa digunakan kapanpun dibutuhkan.

Setelah itu semua berjalan dengan baik dan kamu bisa menyiapkan uang untuk investasi maka bisa pilih saham, reksadana, crypto, emas, sukuk, obligasi, peer to peer lending atau jenis investasi lainnya yang terhitung sangat menguntungkan di masa mendatang.

Perencanaan keuangan ibarat membangun rumah, dasar pondasi keuangan harus kuat dalam menghadapi semua problem yang ada, barulah menguatkan perencanaan keuangan kedepan dengan melakukan investasi, tapi bagaimanapun juga berapapun pendapatan yang kamu miliki harus disertai perencanaan keuangan yang baik agar tidak terlena dan selalu siap jika dihadapkan dengan masalah keuangan kapan saja, jika hal ini bisa kamu lakukan maka bisa dipastikan beberapa mimpi masa depanmu akan bisa dinikmati, ataupun jika tidak maka akan lebih tenang menghadapi masa pensiun.